Tampilkan postingan dengan label Tips n Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips n Trik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Februari 2011

Belajar Nyetir ? Siapa Takut ???

Ada dua cara belajar mengemudi mobil. Pertama, meminta diajarkan oleh orang yang sudah terampil mengemudi seperti orang tua, saudara, sahabat, dan lain-lain. Kedua, belajar di sekolah mengemudi terdekat di kota Anda.

Masalah pertama kalau mau belajar mengemudi tanpa kursus adalah mencari orang yang rela meluangkan waktu untuk mengajari Anda.

Sebaiknya sang guru perlu memiliki track record mengemudinya yang baik. Jadi tanya dulu kepada orang di sekitar calon guru ini tentang caranya membawa mobil di jalan raya dan seberapa banyak pelanggaran lalu lintas yang pernah dilakukan.

Problem kedua, mencari mobil yang bisa digunakan untuk belajar. Opsinya luas, minta izin pinjam mobil kepada orang tua, paman sampai merayu pacar.

Lain cerita kalau mengambil opsi sekolah mengemudi. Anda akan mendapat instruktur mengemudi berpengalaman dan belajar  dengan mobil khusus.

Ini mobil spesial karena kabin penumpang depan dilengkapi kopling dan rem yang dioperasikan oleh instruktur bila keadaan darurat.

Namun, soal metode belajar keduanya berbagi cara yang sama. Di beberapa sekolah mengemudi, pada pertemuan pertama siswa langsung dibawa ke mobil belajar. Siswa langsung dijelaskan fungsi-fungsi pedal gas, rem, kopling dan sebagainya. Tidak lama, sekitar 10-15 menit, habis itu langsung praktik.

Ini terjadi juga bila Anda belajar bersama orang tua atau teman. Penjelasan tentang fitur-fitur yang dipakai mengemudi serta teori tentang menekan dan melepas kopling diajarkan di dalam mobil. Setelah itu pelajaran tersebut langsung dipraktikkan.

Transfer pengetahuan tentang rambu-rambu, marka jalan dan tata tertib berlalu lintas antara 2 opsi belajar itu juga sama. Disampaikan langsung saat siswa mengemudikan mobil di jalan raya. Idealnya sebelum seorang mengemudi, pemahaman tentang aturan lalu lintas disampaikan terlebih dahulu. Setelah dimengerti baru dipraktikkan.

Instruktur dari sekolah mengemudi umumnya lebih sabar dalam mengajari orang. Soalnya para instruktur ini merupakan profesional yang dibayar atas jasa mereka.

Lain cerita kalau yang mengajarkan adalah teman atau orang tua, sering kali mereka tidak sabar atau malah terlalu berhati-hati. Selain itu, terkadang mereka sebagai sang pengajar tidak 100% paham mengenai mengemudi yang aman.

Lantaran tidak sedikit juga dari mereka yang belajar secara otodidak. Alhasil, pengetahuan berkendara aman pun tidak akan sebaik di sekolah mengemudi.
 
VARIABEL
BELAJAR DARI ORANG DEKAT
BELAJAR DI SEKOLAH MENGEMUDI
Instruktur
Orang tua, saudara, sahabat yang sudah terampil mengemudi
Pengajar profesional yang setiap hari melatih mengemudi
Kendaraan
Mobil orang tua, saudara, sahabat
Mobil khusus yang dilengkapi dengan rem dan kopling tambahan di kabinpenumpang depan.
Tentu saja dengan tulisan “BELAJAR” di kaca depan atau atap
Biaya
Gratis, mentraktir makan, atau sekadar mengganti uang bensin
Rp 400-600 ribu
Waktu belajar
Bebas,tergantung negosiasi
Terjadwal, sehari minimal 1 sesi yang menghabiskan waktu 1 jam
Metode belajar mengemudi
Teori dan langsung praktik
Teori dan langsung praktik
Pengetahuan tentang rambu dan aturan berlalu lintas
Saat praktek di lapangan
Saat praktik di lapangan
Kerusakan pada mobil
Mengurus sendiri
Diurus oleh sekolah mengemudi
Surat Ijin Mengemudi
Mengurus sendiri
Ada jasa pengurusan SIM. Biayanya sekitar Rp 500-600 ribu

Yang ada di sekolah mengemudi
Langkah pertama, Anda mesti mendatangi tempat kursus untuk mendaftar. Biaya pendaftarannya bervariasi, ada yang Rp 10.000 dan ada juga Rp 20 ribu.

Setelah mendaftar, pilih paket atau program belajar mengemudikan. Ada yang menawarkan 5 sesi belajar, 7 sesi belajar, hingga 10 sesi. Kisaran harganya mulai dari rp 400 ribu sampai Rp 600 ribu.

Umumnya 1 sesi itu berkisar 1 jam. Oh ya, ada beberapa sekolah mengemudi yang mewajibkan peserta memberikan tip dengan jumlah minimum yang ditentukan bagi intrukturnya setiap sesi berakhir.

Kalau dari nol atau sama sekali belum bisa, umumnya ambil yang 7 sampai 10 kali pertemuan. Sementara kalau yang mau melancarkan mengemudi di jalan raya cukup yang 5 kali saja,

Pertemuan selanjutnya juga seperti itu. instruktur akan menjelaskan sejenak dasar-dasar mengemudi lalu disambung dengan praktek langsung di jalan raya.

Selasa, 08 Februari 2011

Persiapan di Musim Hujan



Saat ini seluruh wilayah di Indonesia intens terguyur hujan. Di Solo sendiri juga, hampir tiap hari turun hujan, apalagi kalo momennya pas pulang kantor, byuh, . . Di cuaca seperti ini, mobil dituntut prima. Sebab, biasanya musim hujan di Indonesia, khususnya di kota besar, identik dengan kemacetan. Genangan air, disfungsi lampu lalu-lintas, serta terhambatnya arus mobil karena ada yang mogok atau kondisi jalan yang menuntut pengendara extra hati hati, menjadi beberapa penyebab utama kemacetan.

Nah, untuk menjaga konsisi mobil tetap prima selama musim hujan, tips berikut akan mengurai langkah apa yang Anda harus kita lakukan agar mobil tidak mogok dan menghambat lalu-lintas. Proses pengecekannya sendiri dapat dilakukan dengan mudah, tanpa harus ke bengkel.

Wiper
Perhatikan kondisi wiper karena komponen ini adalah alat utama di musim hujan. Beri fokus pada karetnya, jika ditemukan getas atau bahkan retak, sebaiknya diganti agar sapuan karet maksimal. Cara lain untuk mendeteksi kondisi karet wiper yaitu dengan memperhatikan bekas sapuannya. Wiper yang prima tidak akan meninggalkan bulir air saat proses penyapuan.

Satu hal yang perlu diperhatikan jika Anda hendak mengganti karet wiper, cermati kandungan bahan karetnya. Karet sintetis atau mengandung polimer memiliki daya lentur yang baik, sehingga lebih cocok untuk mobil yang memiliki kaca depan melengkung. Sebaliknya, karet alami lebih cocok untuk mobil yang berkaca depan agak tegak dan lurus, karena karet ini agak sedikit keras.

Lampu dan Kelistrikan
Saat hujan turun, uap air akan timbul di permukaan udara. Bercampur dengan debu jalan, komposisi ini akan membuat kabut tipis yang cukup menggangu saat berkendara. Sinar head lamp yang terang akan sangat membantu pengendaraan, terlebih saat hujan lebat.

Periksa juga komponen sistem kelistrikan. Pastikan accu dalam konsisi baik, serta tidak ada kabel yang mengelupas, putus, atau kendur. Masuknya air ke terminal kelistrikan atau sambungan kabel dapat menyulut terjadinya hubungan arus pendek dan membuat mobil mogok.

Kaki-kaki
Salah satu kendala yang timbul dari musim hujan yaitu adanya genangan air yang cukup tinggi di permukaan jalan. Sejauh tak terlampau tinggi (kurang dari setengah roda mobil), hal tersebut tidak bermasalah untuk dilintasi. Hanya saja, pastikan kaki-kaki mobil Anda, seperti shockabsorber dan karet-karet bushing, dalam kondisi baik.

Jika shockabsorber bocor ataupun karet-karet bushing sobek, air akan dengan mudah merembes ke dalam kedua komponen tersebut. Cepat atau lambat, kinerja kaki-kaki akan terganggu. Walhasil, kenyaman berkendara juga akan berkurang.

AC
Penggunaan AC di musim hujan berfungsi untuk mencegah pengembunan di kaca depan, sebab dengan AC menyala, kabin memiliki suhu yang sama atau lebih rendah dari suhu luar. Karena tidak terjadi perbedaan suhu yang jauh, embun tidak akan muncul di kaca depan. Karena itu, pastikan AC memiliki freon yang cukup, kompressor yang bekerja baik, serta saluran kisi-kisinya tidak tersumbat.

Kabin
Saat musim hujan, terkadang di kabin tercium bau 'apek' (kurang sedap). Problem ini sendiri timbul dari dua hal, bau apek karena lembab dan bau apek yang berasal dari kisi-kisi AC. Bagian yang lembab karena basah, bisa dibersihkan dengan vacum cleaner. Sedangkan bau yang berasal dari kisi-kisi AC bisa jadi karena freon yang bocor. 

Sementara itu, jika hendak mengeringkan kabin atau tumpahan air, hindari penggunaan hair dryer karena dapat merusak perekat karpet, sehingga kehilangan daya rekatnya. Lalu gunakan parfum sebagai tahap akhir, saat kabin benar-benar bersih atau setelah sumber bau telah dibersihkan.



Selasa, 01 Februari 2011

Mengenali kode ban dan penggunaannya

Sering kita dibingungkan pada pilihan, ban mana yang cocok dengan mobil kita. Memasangkan ban yang tidak sesuai akan mendatangkan kerugian bagi yang menggunakannya. Disamping konstruksinya tidak sesuai, juga dapat merusak bagian dari mobil. Umur pakai menjadi lebih pendek dan sering dapat menghilangkan kenyamanan.
 
Umumnya kita jumpai ada 2 jenis ban di pasaran, yaitu jenis ban radial dan bukan radial (bias). Secara sepintas kedua jenis ban ini hampir sama, namun sebenarnya kedua ban ini sangat berbeda konstruksinya. Perbedaan konstruksi ban ini sangat erat hubungannya pada jenis mobil apa ban tersebut dapat dipergunakan seperti :

1. 6.00-14 6PR

Angka 6.00 adalah angka yang menunjukkan lebar penampang ban tersebut dalam satuan inchi (lk 153 mm). 14 adalah diameter dari ring (velg) juga dalam satuan inchi. 4PR atau 4 Ply Rating menunjukkan berlapis lapisnya ply-cord, bukan hanya 4 lapis tetapi PR digunakan untuk menunjukkan suatu ban dengan beban maksimum yang diizinkan. Ban dengan ukuran ini dapat menerima beban maksimum 615 kg setiap ban, pada tekanan angin 47 psi.

2. 185/70 SR 13 dan 185/60 HR14
Ban dengan huruf R ini menunjukkan bahwa jenis ban ini adalah radial yang khusus digunakan pada mobil penumpang sedan. Huruf S dengan diameter velk 13 inchi menandakan bahwa kecepatan maksimal ban ini adalah 175 km/jam, sedangkan huruf H sampai 210 km/jam dan V untuk kecepatan di atas 210 km/jam. Tekanan angin antara 28 sampai 30 psi dan beban maksimum yang dapat diterima 400 kg/tiap hari. Angka 70 dan 60 adalah aspek rasio dari ban (tinggi berbanding lebar penampang ban), sedangkan 185 adalah lebar penampang ban dalam millimeter.
 
3. 175 R 13 6PR (LT – COMMERCIAl)


Ban ini sangat cocok untuk kendaraan minibus karena sifatnya radial yang memberikan kenyamanan, tetapi tidak mengabaikan stabilitas sesuai dengan permintaan pabrik pembuat mobil. Karena daya dukung terhadap beban keseluruhan mobil bisa mencapai 2.100 kg. Disamping itu permintaan pabrik bahwa tekanan ban depan 28 psi dan belakang 49 psi dapat dipenuhi (2Kg/CM2 dan 3,5 Kg/CM2). Tulisan 6PR menunjukkan tekanan angin yang diizinkan sampai 50 psi dan beban yang dapat diterima oleh setiap ban 525 kg. Sedangkan LT adalah singkatan dari Light Truck
 

Tips Beli Mobil Second

Sekedar sharing aja, mudah2an bermanfaat
Berikut ini tips dan triks kalo kita mau beli mobil bekas,...
  1. Tujuan membeli mobil: tentukan jenis mobil yang akan dibeli berdasarkan penggunaannya. Misalkan, bila digunakan untuk menjemput anak sekolah, pilih mobil yang menawarkan ruang lega. Atau untuk keperluan transportasi kerja, pilih yang nyaman dan irit bahan bakar. Gaya hidup Anda juga berperan menentukan jenis mobil yang akan dibeli.
  2. Tentukan fitur-fitur yang harus ada, seperti AC, aneka macam power, CD charger dll. Tulis semua dalam list. Termasuk pula fitur-fitur safety seperti rem ABS, airbag, child door lock, dll.
  3. Hitung berapa besar kemampuan finansial untuk membeli mobil, termasuk uang muka dan pembayaran bulanan bila kredit.

Bila Anda sudah menentukan sejumlah tipe/model dan merek, analisa kelebihan dan kekurangannya. Anda bisa mendapatkan informasi dari teman yang pernah menggunakan mobil yang diincar. Bisa juga dari situs-situs otomotif dan klub-klub otomotif yang ada. Cari informasi sebanyak-banyaknya dari masing-masing merek itu termasuk resale value, performa, layanan perbaikan dan harga/ketersediaan komponennya. Dari sana Anda bisa menentukan mobil mana yang benar-benar sesuai.
Jika sudah memutuskan mobil mana yang akan dibeli, inilah rambu-rambunya:
  1. Sebesar apapun keinginan, kepala harus tetap dingin. Tinggalkan penjual bila harga yang ditawarkan terlalu tinggi, meskipun mobil impian Anda sudah menunggu. Kemampuan negoisasi Anda akan terasah dengan berjalannya waktu.
  2. Pastikan Anda tahu harga pasaran mobil yang diincar, dan mulailah menawar dibawah harga itu. Lebih mudah menaikkan tawaran Anda daripada menurunkannya. Informasi harga juga bisa didapat dari situs-situs otomotif.
  3. Harus di ingat, membeli mobil bekas bisa juga membeli problem orang lain. Pastikan Anda mengetahui sejarah mobil ini termasuk perawatannya. Hal ini bisa diketahui dari kartu perawatan mobil. Gali informasi sedetail mungkin termasuk apakah pernah tenggelam, kecelakaan, turun mesin dll. Sebelum memutuskan untuk membelinya, mintalah mekanik ahli untuk memeriksanya.
  4. Test drive itu penting. Usahakan Anda mendapat kesempatan melakukan test drive sejauh mungkin dengan aneka variasi jalan. Bisa juga mencoba ke daerah dimana mobil itu akan sering digunakan.
  5. Cek Fisik Kendaraan
    • Body diusahakan memilih yang masih utuh, artinya blum kropos, nat-nat body masih lurus, nut=lekukan body mobil, kaleng/blum ada dempul yang melekat, dan kalo bisa orisinil cat) kalo menurut saya seh, mending mobil cat nya abis (mbladus) tapi orisinil, dari pada yang masih mengkilap tapi cat ulang+dempul tebal. nah knapa saya bilang dempul tebal kurang baek?? karena dempul bisa merubah nut yg kurang lurus menjadi sempurna. Kita pasti ndak tau apa di balik dempul itu, entah abis penyok, tabrakan dll.
    • Mesin diusahakan nyari mesin yang kerin (belum ada tetesan OLie/olie yg keluar dari perpak) kalo ada yg kuluar brarti kita harus turun mesin ganti packing tuh,,,dan nyari mesin yg halus (dalam artian kondisi ndak rusak) metal jalan, seker harus dicek. Untuk memastikan seh cukup geber mesin mobil dan liat aja dibagian knalpot kluar asap ndak?? Buka tutup mesin dan perhatikan apakah ada pipa yang bocor, belt yang aus, oli yang berceceran. Duduklah di kursi pengemudi, dan periksa apakah seluruh indikator bekerja baik, demikian pula lampu indikator. Periksa juga tanda-tanda kerusakan karena air (lihat tip cegah bencana susulan). Periksa sistem safety, mulai dari seat belt, head restrain, struktur atap, child seat anchor. Demikian pula jarak pandang dan daya pancar lampu utama. Hal itu bisa dilakukan saat test drive. Cobalah untuk mengendarai mobil pada kecepatan 60 – 80 km/jam dan rasakan apakah pergantian gigi bisa lembut, kemudi selalu lurus, ketika direm tetap stabil, dan ketika menikung juga smooth.
    • Kaki-kaki test dulu mobil untuk jalan, untuk belok full stir,,kalo udah bunyi kletek-kletek wahhh bakalan mahal tu benerinnya…
    • Interior nyari yang orisinilnya (jok/dashbord,dek pintu) misal udah di bungkus kulit si ndak papa, asal ga dilepas aslinya. selera juga sih..
    • Odometer sudah berapa kilometer-kah berjalan, tetapi jangan percaya begitu saja, karena odometer dapat diset ulang, nah ini yang seringkali kita tertipu, biasanya untuk melihat hal itu tidakterlalu susah, anda dapat melihat tahun kendaraan, dan dapat diperkirakan kalau kendaran ini sudah lari berapa Km, dan juga, kendaraan ini dulunya berfungsi sebagai apa, mobil angkut barang, antar jemput,dsb. Dari situ anda dapat menyimpulkan kondisi kendaran tersebut.
  6. Sekarang tiba waktunya untuk menyiapkan pembayaran mobil baru Anda. Bila memilih melakukan kredit, yang paling aman adalah menentukan dulu berapa besar kemampuan keuangan untuk membayar angsuran bulanan. Cara yang gampang, angsuran tidak boleh lebih dari 20% penghasilan per bulan setelah dipotong pengeluaran. Perhitungkan juga biaya perawatan, pajak, asuransi dan operasional.

tips Hemat BBM (lagi)

Bagi sebagian pemilik kendaraan mobil di kota-kota besar seperti Jakarta, kenaikan harga BBM yang kian melesat telah menjadi beban tersendiri. Namun penggunaan konsumsi BBM berlebih dapat diminimalisir dengan cara berkendara yang benar.
Berikut beberapa tips untuk menghemat BBM kendaraan anda:

1. Lakukanlah perawatan kendaraan secara rutin untuk memeriksa dan menyetel kondisi mesin.

2. Hindari memanaskan mesin terlalu lama sebelum berkendara. Selama mesin bekerja maka bahan bakar tetap terkirim, sehingga banyak BBM yang terbuang sia-sia.

3. Pertahankan kecepatan kendaraan sedapat mungkin sekitar 70 ~ 80 km/jam.

4. Hindari kecepatan tinggi yang tidak perlu semakin tinggi kecepatan sebanding dengan tingginya putaran mesin sehingga bahan bakar minyak yang harus dikirimpun semakin besar.

5. Sesuaikan gigi percepatan dengan kecepatan kendaraan, gunakan gigi rendah untuk menjalankan kendaraan pertama kali.
      Contoh: Gigi 1 Kecepatan 0-15 km/jam
      Gigi 2 Kecepatan 15-35 km/jam
      Gigi 3 Kecepatan 35-50 km/jam
      Gigi 4 Kecepatan 50-70 km/jam
      Gigi 5 Kecepatan 70 ~ km/jam
6. Lakukan akselerasi/penekanan pedal gas secara perlahan (bertahap), jangan melakukan secara tiba-tiba karena dapat mengakibatkan terjadinya penambahan bahan bakar secara berlebihan.

7. Hindari muatan yang berlebihan. Untuk membawa beban yang besar dibutuhkan tenaga yang besar yang berarti bahan bakar yang seimbang.

8. Matikan mesin saat kendaraan berhenti dalam waktu lama (parkir).

9. Aktifkan penyejuk udara (AC) dengan temperatur yang tidak terlalu rendah. Hal ini akan membuat kerja kompresor tidak terlalu lama (atau matikan bila perlu).

10. Jangan meletakkan kaki kiri pada pedal kopling saat berkendara atau berkendara dengan setengah kopling. Ini akan mengakibatkan tenaga mesin tidak sepenuhnya tersalurkan untuk menggerakkan kendaraan.

11. Gunakan bahan bakar sesuai nilai oktan yang disarankan oleh produsen. Nilai oktan bahan bakar akan menentukan pembakaran yang sempurna, sehingga sangat berpengaruh terhadap tenaga yang dihasilkan oleh mesin.

12. Gunakan ban dengan kembang dan tekanan angin yang tepat.

Tips Merawat Kaca Mobil


Cat, kaca dan interior bakal kusam dan tak menaarik jika tak diirawat. Berikut, beberapa tips untuk merawat warna cat, kaca, dan interior mobil kesayangan anda :

1. Mencuci mobil dengan benar, gunakan sampo wax dalam pencucian.
2. Bila cat mobil anda terkena debu, jangan dilap dengan kain. Lebih baik dicuci, karena jika dilap dengan kain, akan menimbulkan swirlmark (sarang laba-laba) pada cat anda.
3. Cat mobil lebih sering dikasih wax untuk melindungi dari sinar matahari yang panas, air hujan yang sifatnya asam.
4. Untuk bagian kaca, gunakan cairan wiper supaya pada kaca mobil anda tidak mudah timbul jamur
5. Jangan menggunakan atau menggerakkan wiper untuk membersihkan kaca mobil dalam keadaan permukaan kaca kering, terutama jika kondisinya sedang berdebu atau kotor. Dalam keadaan musim hujan, gunakan wiper seperlunya atau sesuaikan kecepatannya dengan   intensitas air hujan yang turun. 
6. Gantilah segera karet wiper yang telah rusak.
7- Jangan membiarkan air atau kotoran terlalu lama menempel di kaca.
8. Gunakan lap yang bersifat halus pada saat menggosok cairan pada permukaan cat mobil, kaca, jok dan dasbord.

Senin, 31 Januari 2011

Cerdas Berkendara = Hemat Bahan Bakar

Makin lama harga BBM semakin melambung, pa lagi sedikit demi sedikit subsidi dikurangi, lama lama harganya naik kebukit,  kalo agan juragan minyak seh, kagak masalah, tapi buat brother yang berkantong dalam seh, ngasih minum tunggangannya pasti diitung itung berkali kali pake kalkulator, wkwkwk, . .
Ini nih, sedikit share gimana caranya agar tunggangan kita ga cepet haus. Banyak sih caranya, ada yang pake alat pengirit, ada yang disetel karbu pa enginenya, kalo dinyalaain malah kaya kuda dicekik, macem macem deh caranya, dari yang paling halus mpe paling sadis. Btw, ni artikel mo lebih menekankan pada sikap kita berkendara, karena gimanapun juga, sikap kita dalam memperlakukan si doi juga berpengaruh terhadap kuantitas konsumsi bbmnya. Langsung aja gan, tarik ke TKP, . .
  1. Hindari memanaskan mesin terlalu lama sebelum berkendara. Selama mesin bekerja maka bahan bakar tetap terkirim, sehingga banyak BBM yang terbuang sia-sia.
  2. Pertahankan kecepatan kendaraan sedapat mungkin sekitar 70 ~ 80 km/jam atau RPM di bawah 3000.
  3. Hindari kecepatan tinggi yang tidak perlu semakin tinggi kecepatan sebanding dengan tingginya putaran mesin sehingga bahan bakar minyak yang harus dikirimpun semakin besar.
  4. Sesuaikan gigi percepatan dengan kecepatan kendaraan, gunakan gigi rendah untuk menjalankan kendaraan pertama kali.
    Contoh: Gigi 1 Kecepatan 0-20 km/jam
    Gigi 2 Kecepatan 20-40 km/jam
    Gigi 3 Kecepatan 40-60 km/jam
    Gigi 4 Kecepatan 60-90 km/jam
    Gigi 5 Kecepatan 90 ~ km/jam
  5. Lakukan akselerasi/penekanan pedal gas secara perlahan (bertahap), jangan melakukan secara tiba-tiba karena dapat mengakibatkan terjadinya penambahan bahan bakar secara berlebihan.
  6. Hindari muatan yang berlebihan. Untuk membawa beban yang besar dibutuhkan tenaga yang besar yang berarti bahan bakar yang seimbang.
  7. Matikan mesin saat kendaraan berhenti dalam waktu lama (parkir).
  8. Aktifkan penyejuk udara (AC) dengan temperatur yang tidak terlalu rendah. Hal ini akan membuat kerja kompresor tidak terlalu lama (atau matikan bila perlu).
  9. Jangan meletakkan kaki kiri pada pedal kopling saat berkendara atau berkendara dengan setengah kopling. Ini akan mengakibatkan tenaga mesin tidak sepenuhnya tersalurkan untuk menggerakkan kendaraan.
  10. Gunakan bahan bakar sesuai nilai oktan yang disarankan oleh produsen. Nilai oktan bahan bakar akan menentukan pembakaran yang sempurna, sehingga sangat berpengaruh terhadap tenaga yang dihasilkan oleh mesin.
  11. Gunakan ban dengan kembang dan tekanan angin yang tepat.
Source; http://hemat-bensin.blogspot.com/2008/04/tips-otomotif-ekonomis-berkendara.html

Minggu, 30 Januari 2011

Mengenal dan Merawat Injektor Mobil


Pada umumnya sistem injeksi bahan bakar dikontrol secara elektronik atau yang dikenal dengan Electronic Fuel Injection (EFI). Sistem ini dikontrol oleh Electronic Control Module (ECM) atau Electronic Control Unit (ECU). Berupa chips yang terdiri dari microprosessor dan memory yang dipasang pada mobil.
ECU ini menerima input berupa sinyal-sinyal elektronik dari semua sensor dan memprosesnya untuk menentukan jumlah bahan bakar yang diperlukan dengan mengatur bukaan katup pada injektor. Tujuan penggunaan dan pengembangan EFI sampai saat ini adalah untuk memperbaiki prestasi motor bakar dan mengurangi emisi gas buang.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes Powered by Blogger | DSW printable coupons