Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Februari 2011

Rekayasa Mesin Rotary Mazda


Sejarah permobilan mencatat bahwa salah satu penemuan terbaik di sektor pembangkit daya adalah mesin rotary yang dibuat oleh Felix Wankel. Mesin ini terbilang unik, karena pistonnya merangkap sebagai ruang bakar dan memiliki gerak berputar (berotasi), bukan seperti mesin lainnya yang lazim bergerak vertikal ataupun horisontal. Awalnya, mesin rotary dipasang pada pesawat tempur Jerman di era ‘50-an. Baru kemudian, teknologi ini dilirik produsen otomotif, seperti GM, Mercedes-Benz, Rolls-Royce, dan Mazda.
Namun, di antara para manufaktur tersebut, di tangan Mazda-lah lompatan terbesar teknologi mesin rotary terjadi. Melalui Mazda Cosmo Concept, di ajang Tokyo Motor Show 1963, mesin ini menyihir publik karena meski berkapasitas kecil, tenaga dan torsinya cukup besar. Tradisi itu  berlanjut hingga kini, di mana mesin rotary adalah jantung pacu wajib untuk mobil sport Mazda RX-series.

Seiring rumor akan hadirnya RX-7 anyar dan RX-8 terbaru di 2010, Mazda terlebih dahulu menggulirkan sumber tenaganya. Mesin ini merupakan generasi anyar jantung pacu berkode 16X, yang diklaim lebih bertenaga dan lebih irit, berkat adanya perubahan desain dan penyematan teknologi baru.

Tahun 2009 ini pun selubung misteri RENESIS (akronim darai Rotary Engine GENESIS) terbaru  mulai tersingkap. Ubahan pertama dapat dilihat dari disematkannya teknologi khas Mazda, DISI (Direct Injection Spark Ignition). Pada dasarnya, sistem injeksi ini akan mencampur terlebih dahulu udara dan bensin, sebelum disuntikkan ke ruang bakar. Tujuannya, agar torsi tetap terjaga di segala putaran. Walhasil, karena torsi yang dihasilkan konstan, mobil pun akan berakselerasi lebih cepat.

Ubahan berlanjut dengan penggunaan dua busi tiap silinder. Selain itu, jarak antar busi dan jarak busi ke ruang bakar juga diubah. Cara ini dilakukan agar pembakaran stabil. Sebagaimana diketahui, piston pada mesin rotary juga berfungsi sebagai ruang bakar. Kondisi ini mengakibatkan besar kemungkinan terjadi ketidaksempurnaan pembakaran saat putaran tinggi, karena piston bergerak terlalu cepat dan waktu percikan api busi tidak tepat. Lalu, untuk mengeliminasi overlap (bentroknya arus masuk BBM dengan aliran keluar sisa pembakaran), dimensi piston dan cangkangnya diperbesar.

Isu tentang mesin rotary yang boros oli mesin juga dapat diatasi dengan mengubah dan memperbesar jalur pelumasan. Penggunaan oli lebih efisien karena dapat menjangkau area yang lebih luas ketimbang cara lama, di mana oli mesin berkumpul di satu dua titik pelumasan. Dari perubahan yang ada, bisa dipastikan terjadi kenaikan kapasitas mesin. Diperkirakan, mesin baru ini hadir dalam konfigurasi twin rotor, 800 cc x 2 (sebelumnya 654 cc x 2), dengan bahan bakar lebih hemat 20% dan menghembuskan tenaga hingga 270 hp (dari sebelumnya 260 hp).  

Source : http://www.auto-car.co.id/content/look/3/270/Rekayasa-Mesin-Rotary-Mazda

Rekayasa Mesin Rotary Mazda


Sejarah permobilan mencatat bahwa salah satu penemuan terbaik di sektor pembangkit daya adalah mesin rotary yang dibuat oleh Felix Wankel. Mesin ini terbilang unik, karena pistonnya merangkap sebagai ruang bakar dan memiliki gerak berputar (berotasi), bukan seperti mesin lainnya yang lazim bergerak vertikal ataupun horisontal. Awalnya, mesin rotary dipasang pada pesawat tempur Jerman di era ‘50-an. Baru kemudian, teknologi ini dilirik produsen otomotif, seperti GM, Mercedes-Benz, Rolls-Royce, dan Mazda.
Namun, di antara para manufaktur tersebut, di tangan Mazda-lah lompatan terbesar teknologi mesin rotary terjadi. Melalui Mazda Cosmo Concept, di ajang Tokyo Motor Show 1963, mesin ini menyihir publik karena meski berkapasitas kecil, tenaga dan torsinya cukup besar. Tradisi itu  berlanjut hingga kini, di mana mesin rotary adalah jantung pacu wajib untuk mobil sport Mazda RX-series.

Seiring rumor akan hadirnya RX-7 anyar dan RX-8 terbaru di 2010, Mazda terlebih dahulu menggulirkan sumber tenaganya. Mesin ini merupakan generasi anyar jantung pacu berkode 16X, yang diklaim lebih bertenaga dan lebih irit, berkat adanya perubahan desain dan penyematan teknologi baru.

Tahun 2009 ini pun selubung misteri RENESIS (akronim darai Rotary Engine GENESIS) terbaru  mulai tersingkap. Ubahan pertama dapat dilihat dari disematkannya teknologi khas Mazda, DISI (Direct Injection Spark Ignition). Pada dasarnya, sistem injeksi ini akan mencampur terlebih dahulu udara dan bensin, sebelum disuntikkan ke ruang bakar. Tujuannya, agar torsi tetap terjaga di segala putaran. Walhasil, karena torsi yang dihasilkan konstan, mobil pun akan berakselerasi lebih cepat.

Ubahan berlanjut dengan penggunaan dua busi tiap silinder. Selain itu, jarak antar busi dan jarak busi ke ruang bakar juga diubah. Cara ini dilakukan agar pembakaran stabil. Sebagaimana diketahui, piston pada mesin rotary juga berfungsi sebagai ruang bakar. Kondisi ini mengakibatkan besar kemungkinan terjadi ketidaksempurnaan pembakaran saat putaran tinggi, karena piston bergerak terlalu cepat dan waktu percikan api busi tidak tepat. Lalu, untuk mengeliminasi overlap (bentroknya arus masuk BBM dengan aliran keluar sisa pembakaran), dimensi piston dan cangkangnya diperbesar.

Isu tentang mesin rotary yang boros oli mesin juga dapat diatasi dengan mengubah dan memperbesar jalur pelumasan. Penggunaan oli lebih efisien karena dapat menjangkau area yang lebih luas ketimbang cara lama, di mana oli mesin berkumpul di satu dua titik pelumasan. Dari perubahan yang ada, bisa dipastikan terjadi kenaikan kapasitas mesin. Diperkirakan, mesin baru ini hadir dalam konfigurasi twin rotor, 800 cc x 2 (sebelumnya 654 cc x 2), dengan bahan bakar lebih hemat 20% dan menghembuskan tenaga hingga 270 hp (dari sebelumnya 260 hp).  

Source : http://www.auto-car.co.id/content/look/3/270/Rekayasa-Mesin-Rotary-Mazda

Selasa, 01 Februari 2011

Ecological Drive Assist System

Ecological Drive Assist 
Ecological Drive Assist System berguna  untuk membantu para pengguna Honda Insight dalam menyadari manfaat teknologi mobil tersebut, teknologi baru yang disebut Ecological Drive Assist System (Eco Assist),sudah termasuk dalam standar untuk semua model.
 


Eco Assist menggabungkan beberapa fungsi:

•Econ Mode, Dengan hanya menyentuh satu tombol, dapat menyesuaikan fungsi dari tenaga mesin yang dikeluarkan, memperpanjang durasi saat posisi kendaraan diam, meningkatkan penyetruman ulang pada saat turunnya kecepatan dan mendapatkan penghematan energi pada unit Air conditioner. Sebagai hasilnya efisiensi bahan bakar dapat tercapai.

•Guidance function, berfungsi untuk menaksir percepatan dan pengereman saat mengemudi. Perubahan warna-warna pada speedometer dapat mengindikasi efisiensi bahan bakar dari gaya pengemudi. Jika pengemudi mengemudikan kendaraan secara benar, maka lampu akan menyala hijau yang menunjukkan penegmudi mencintai lingkungannya. Kemudian jika lampu indikator berwarna blue-green, hal ini menunjukkan bahwa pengemudi cukup efisien. Nah yang terakhir ini, jika speedometer menunjukkan warna biru, berarti pengemudi sama sekali tidak mencintai lingkungannya karena mengemudi dengan menggunakan bahan bakar berlebihan. Pengemudi bisa mendapatkan efisiensi bahan bakar cukup dengan mengacu pada intuitive color display.

•Scoring Function, berlokasi di tengah instrument panel. Multi-information display memberikan informasi mengenai angka-angka (scorring function), dimana angka yang terlihat dapat mengindikasikan tahap efisiensi bahan bakar berdasarakan performa pengemudi. Saat mobil dimatikan, angka dari pengunaan mobil saat pertama kali dinyalakan sampai dimatikan akan tertera. Juga angka yang menunjukan kumulatif performa yang selama ini telah di lintasi. Dengan adanya Honda HDD Internavi system, pengemudi dapat mengakses langsung hasil selama penggunaan mobil ini dan adanya penambahan penilaian yang lengkap secara statistik. Konsumen InterNavi bisa mengakses langsung melalui internet tentang efisiensi bahan bakar berdasarkan cara mereka mengemudi, keseluruhan angka dari penggunaan efisiensi bahan bakar, peringkat diantara pengemudi lainnya di seluruh Jepang dan informasi lainnya yang berkaitan dengan efisiensi bahan bakar. Scoring function mendukung para pengemudi agar lebih berminat untuk mengetahui lebih dalam mengenai efisiensi bahan bakar dan terbiasa dengan pengunaan teknologi mobil seperti ini dalam waktu jangka panjang.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes Powered by Blogger | DSW printable coupons