Jumat, 04 Februari 2011

Hipotesis Mahasiswa Misterius Yang Berhasil Mematahkan Jawaban Profesor


Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan".

"Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".

"Tentu saja," jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.

Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.

Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.

Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.

Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak.

Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.

Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Siapakah mahasiswa tersebut? 
Jawabnya disini, 






Albert Einstein

Porsche Boxster S Black Edition


Porsche yang bermarkas Stuttgart, mempersiapkan edisi terbatas Porsche Boxster S Black Edition, dibuat hanya 987 unit. Tentu saja tak sekadar menghadirkan kelir hitam pada mobil berbasis Boxster S ini, performa mesin telah ditingkatkan hingga menyuguhkan tenaga 320 hp. Bagi yang berminat, Maret 2011 ini sudah bisa dipinang.

Konsep pewarnaan Boxster S Black Edition sangat konsisten di setiap detail. Saluran udara samping belakangnya dilabur warna hitam seperti juga moncong knalpot gandanya. Emblem berwarna hitam yang terdapat di tutup bagasi belakang mengidentifikasikan Black Edition, sama halnya dengan logo Black Edition yang bercetak timbul di 
atap kanvasnya. Tentu saja roll bar nya juga dilabur warna hitam.

Nuansa hitam di eksterior berlanjut hingga bagian interiornya. Sil pintunya yang terbuat dari bahan stainless steel dibubuhi emblem “Black Edition” berwarna hitam. Setir standar hasil rancangan Sport Design dengan palang ganda memiliki lingkar setir yang anti selip dan ber-balut kulit halus untuk genggaman yang kental nuansa sport. Panel dashboard dan tuas persnelingnya berwarna hitam. Panel instrumennya berwarna hitam, begitu pula jok kulitnya yang dihiasi emblem timbul Porsche di sandaran kepalanya. Juga tersedia sesuai permintaan: opsi kulit berwarna hitam untuk interior. Lambang di laci depan menunjukkan bahwa mobil ini adalah model Black Edition edisi terbatas..

Boxster S Black Edition memberikan fitur “Comfort”, “Infotainment”, dan “Design” sebagai fitur standar, dimana fitur-fitur ini merupakan opsional di model seri lain. Oleh karena itu harga yang ditawarkan lebih menarik daripada model seri dengan opsi-opsi yang sebanding. Penangkal anginnya sudah terpasang dari pabrik, begitu juga dengan kaca spion luar dan dalam yang anti silau, sensor hujan, cruise control dan sistem pengatur suhu. Porsche Communication Management lengkap dengan modul navigasi merupakan fitur standar. Se-bagai tambahan, sambungan audio universal dan modul telepon mobilnya juga merupakan fitur standar. Fitur Sound Package Plus memberikan pengalaman audio yang mengesankan. Lampu standar Bi-Xenon nya dilengkapi dengan dynamic cornering lights dan LED daytime running lights untuk menjamin kenyamanan dan keamanan berkendara khususnya saat ge-lap. Bila berminat, Boxster S Black Edition dapat dibuat lebih eksklusif lagi dengan menam-bahi opsi-opsi yang terdapat dalam program opsi Boxster. Contoh opsi-opsinya adalah Por-sche Ceramic Composite Brake (PCCB). Porsche Active Suspension Management (PASM) dan adaptive sport seats dengan fungsi memori.

Sasis pada Boxster S Black Edition menjanjikan performa yang sporti. Paduan ban beru-kuran 235/35 ZR 19 di depan dan 265/35 ZR 19 di belakang yang melekat pada velg palang sepuluh berdesain khusus dan ringan milik Boxster Spyder memberikan jaminan kenikmatan berkendara pada model edisi terbatas ini. Tipikal sebuah Boxster, mobil sport model teratas bermesin tengah ini memiliki titik pusat gravitasi yang rendah, berkat mesin datarnya, se-hingga memungkinkan mobil ini melaju dengan kelincahan tingkat tinggi.

Mesin enam silinder berkapasitas 3.400 cc dengan injeksi bahan bakar langsung, dibenam-kan tepat di depan sumbu roda belakang mampu menghasilkan daya maksimum sebesar 320 dk – 10 dk lebih tinggi dari Boxster S. Dapur pacu ini sanggup berputar hingga 7.200 rpm, sementara Boxster S di angka 6.400 rpm. Torsi maksimum sebesar 370 Nm dengan overboost 10 Nm tersedia di putaran mesin 4.750 rpm.
 
Daya ekstra dan tenaga ekstra berarti pula kelincahan ekstra: Boxster S Black Edition tampil dengan performa pengendaraan yang superior. Dengan transmisi standar enam percepatan manualnya, mobil ini dapat berakselerasi dari 0-100 km/jam (62 mil/jam) hanya dalam waktu 5,2 detik, sepersepuluh detik lebih cepat dari Boxster S. Top model ini mampu mencapai kecepatan maksimum 276 km/jam (171,5 mil/jam), 2 km/jam (1,2 mil/jam) lebih cepat dari Boxster S. Mobil sport bermesin tengah ini hanya ‘berbaik hati’ dalam hal konsumsi bahan bakar. Selama pengujian NEDC, Boxster S Black Edition hanya menghabiskan bahan bakar sebanyak yang dihabiskan oleh Boxster S standar: 9,8 liter/100 km (28,82 mpg imp).

Untuk menghasilkan performa serta efisiensi yang lebih baik. Boxster S Black Edition dapat disematkan dengan transmisi tujuh percepatan Doppelkupplungsgetriebe (PDK). Opsi ini dapat memangkas waktu akselerasi 0-100 km/jam (62 mil/jam) menjadi 5,1 detik saja, dengan kecepatan puncak 274 km/jam (170,3 mil/jam). Dibandingkan dengan transmisi manualnya, pemangkasan waktu akselerasi dan perpindahan gigi yang lebih canggih justru mampu mengurangi konsumsi bahan bakarnya menjadi 9,4 liter/100 km selama pengujian NEDC.



Source : http://www.auto-car.co.id/content/look/1/1308/987-Unit-Porsche-Boxster-S-Black-Edition

Atheis : Siapa Yang Menciptakan Tuhan?


 Nyasar dikit dari tema blog, hehe, buat sedikit pencerahan, . .

Kalau seluruh jagat raya ini diciptakan Tuhan,... lalu Siapakah Yang Menciptakan Tuhan?" Seorang ateis mengungkapkan pertanyaan ini dengan sangat bangga seolah-olah pertanyaan tersebut orisinil dari hasil kecemerlangan otaknya, sambil sesumbar bahwa pertanyaan tersebut menjadi salah satu bukti kemenangan ateisme atas agama Tuhan. Benarkah demikian? Tentu tidak sama sekali. Kesalahan pertama adalah ketika ateis menyangka bahwa pertanyaan tersebut orisinil dari otak mereka. Padahal pertanyaan tersebut sebenarnya merupakan pertanyaan alamiah yang bisa muncul pada setiap orang. Hanya saja ketika banyak orang beriman telah menemukan jawabannya ternyata ateis baru bertanya tanya. Alih alih mereka bangga memiliki pertanyaan "cerdas", ternyata mereka ketinggalan jauh, karena jawabannya sangat mudah bahkan tanpa harus mengernyitkan dahi, mau tau jawabannya?
Kalau ateis menyangka pertanyaan tersebut tidak ada jawabannya, dia salah besar. Yang terjadi sebenarnya ada dua kemungkinan:
1. Dia tidak mau menerima jawaban tersebut (dikarenakan kesombongannya)
2. Kapasitas otaknya tidak cukup memadai untuk menalar permasalahan yang sepele ini.

Mari kita sejenak pelajari pertanyaan tersebut.

Masalah "Tuhan Pencipta (creator)" dan "Makhluk yang Diciptakan (creature)" sebenarnya bersandar pada sebuah premis umum:

"Pencipta (creator)" bukanlah "yang dicipta (creature)"

premis umum semacam ini bukan sesuatu yang harus dibuktikan karena merupakan alur logika alamiah akal manusia. Sama halnya dengan pernyataan "awal" bukanlah "kemudian" atau peryataan "tinggi" bukanlah "tidak tinggi"

 

Namun demikian ada saja ateis yang agak lamban berfikir bertanya lagi, "Apa buktinya bahwa creator bukanlah creature?" Tentu tidak ada gunanya meladeni pertanyaan kurang akal semacam ini. karena yang dia butuhkan bukan jawaban melainkan latihan menghafal bahwa kiri bukan kanan, bahwa jauh bukan dekat, dst

Dan bagi ateis yang menerima premis tersebut ternyata semuanya gagal menghubungkannya dengan masalah yang dia tanyakan sendiri. Padahal tinggal mengganti kata creator dengan kata Tuhan, jawaban pertanyaan "cerdas" mereka langsung terjawab tuntas

creator bukanlah creature diganti menjadi
Tuhan bukanlah creature atau dengan kata lain "Tuhan pencipta" bukanlah "Makhluk yang diciptakan"

sehingga jawaban yang benar dari pertanyaan "Siapakah Yang Menciptakan Tuhan" adalah

"Tuhan tidak diciptakan" karena jika ada sesuatu yang diciptakan maka dia bukanlah Tuhan

pernyataan terakhir ini sama persis dengan pernyataan berikut

"Awal tidak didahului oleh sesuatu" karena jika ada sesuatu yang didahului oleh yang lain maka dia bukanlah awal atau tidak bisa disebut awal

Source: http://menujuhijau.blogspot.com/2010/10/atheis-siapa-yang-menciptakan-tuhan.html

Rabu, 02 Februari 2011

Suzuki Splash GL


Model Uji Suzuki Splash GL
* Harga Rp 145 juta
* Tenaga  85 hp
* Torsi 113 Nm
* 0-100 kpj 14,3 detik
* Konsumsi BBM 12,1 kpl
* 80-0 kpj 26,6 meter 
Splash mencoba masuk ke tengah pasar city car yang selama ini didominasi manufaktur yang sudah lebih dahulu bernaung di segmen itu, seperti KIA, Hyundai, Chevrolet, dan Suzuki sendiri (dengan Karimun Estilo). Peruntungan Splash akan diuji di kelas ini, karena pasar city car memiliki persaingan yang cukup ketat.
Suzuki mengklaim Splash adalah mini MPV dan ditargetkan memenuhi kebutuhan keluarga muda yang bergaya dan enerjik. Bentuknya yang kompak diklaim memberi beberapa keunggulan seperti lincah dalam menghadapi jalan sempit, kepadatan lalu lintas, dan keterbatasan lahan parkir. Keunggulan lainnya adalah konsumsi bahan bakar yang irit dengan daya angkut lima penumpang.
Desain & Rekayasa
Suzuki mengklaim Splash dirancang dengan tingkat keselamat-an tinggi, melalui penggunaan kerangka TESS Body (Total Effective Strength Structure), untuk melindungi penumpang dari benturan samping dan memberikan standar keselamat-an yang lebih baik Headlamp di dominasi lampu kristal yang besar plus multi-reflektor sebagai pengarah sinar lampu.
Lampu utama Splash ini dilengkapi fitur 5-leveling adjuster. Pengoperasian fitur ini cukup mudah, sebuah knop ditempatkan di sisi kanan pengemudi dan Anda tinggal mengatur fokus penyinaran. Hebatnya, fitur ini tidak dimiliki oleh produk lain di kelasnya.
Pengaruh aura Swift terasa kuat pada Splash. Kedua mobil ini memang dibangun dari platform yang sama, dan memiliki ukuran yang tak jauh berbeda. Sekadar perbandingan, Splash memiliki panjang (3.715 mm) dan Swift (3.755 mm). Ukuran lebar Splash (1.680 mm) dan Swift (1.690 mm). Tinggi Splash (1.618 mm) dan Swift (1.510 mm). Adapun sumbu roda, Splash (2.360 mm) dan Swift (2.390mm). Kedua mobil sama-sama memiliki radius putar 4,7 m.
Meski dirancang untuk kawula muda, toh Splash juga dibekali childproof door lock. Peranti ini memberikan ke-amanan ekstra bagi anak-anak. Cukup menggeser tombol dari free ke lock, pintu hanya bisa dibuka dari luar. Selain itu, Splash dilengkapi immobilizer dan alarm yang secara otomatis mencocokkan kode kunci saat mesin dihidupkan.
Suzuki menyediakan Splash dalam dua pilihan, yakni tipe Standar dan GL. Perbedaannya terdapat pada sistem audio, ban, velg, dan security alarm (pada tipe GL). Manufaktur berlogo “S” ini juga menyediakan paket aksesori resmi berlabel SGA (Suzuki Genuine Accessories). Di sini, konsumen dapat mempercantik Splash dalam dua model, Splash Spoty dan Splash Elegant.
Interior
Ruang dalam Splash dirancang lapang di bagian head room dan leg room. Dengan jarak di bagian belakang yakni 94 cm dan 52 cm, penumpang bisa merasakan kenyamanan berkendara. Sedangkan bagian depan memiliki leg room 44 cm dan 63 cm serta head room 98 cm. Splash memiliki kapasitas lima penumpang, dengan ruang bagasi yang cukup lega dikelasnya.

Dalam keadaan kursi belakang tegak, bagasi berkapasitas 213 liter dan saat kursi terlipat kapasitasnya naik menjadi 562 liter. Unit penyimpanan lainnya terdapat kantong di doortrim untuk botol 500 ml. Kemudian ada cupholder di konsol lantai untuk botol 750 ml. Lalu ada laci di atas dashboard yang berguna untuk menyimpan buku dan benda kecil lain.
Desain jok sederhana dan rapih, menambah kesan lapang. Sayangnya, jok berbahan fabric ini tidak dilengkapi height adjuster, sehingga menyulitkan pengemudi meraih posisi yang ideal. Anda juga tidak akan menemukan rangkaian pengubah sudut kemudi (tilt steering), sementara kaca spion juga masih dioperasikan secara manual. Meski begitu, potongan kaca depan yang relatif lebar memberikan kualitas pandangan yang memuaskan.
Secara garis besar, interior Splash dipengaruhi oleh Mini Cooper. Retro tachometer yang terpisah dari speedometer terlihat sangat mencolok. Gear shift dibuat menyatu dengan center console, dibalut aksen silver guna memperkuat citra sporty. Paduan warna hitam-silver dan petunjuk bahan bakar model digital (fuel bar), kian memperkuat aksen retro.
Sayangnya, bentuk kontrol panel AC dengan sistem putar yang sederhana sedikit mencederai desain dashboard keseluruhan. Konsep desain ini terasa berseberangan dengan head unit canggih yang memiliki ragam fitur seperti CD player, MP3, koneksi USB, dan aux-in iPod.
Performa
Di bawah kap mesin tersimpan mesin bermaterial aluminium, berkode K12M, 4-silinder, 1.197 cc, DOHC, yang juga akan digunakan oleh mobil konsep Suzuki R3 (MPV 7-seater yang diprediksi akan dipasarkan di Indonesia). Mesin seri K ini meletupkan tenaga 85 hp dan torsi 113 Nm yang ditransfer via transmisi manual 5-speed ke kedua roda depan.
Suzuki menerapkan teknologi drive-by-wire dan sistem sensor ECM (electronics control module) untuk menghasilkan kinerja mesin yang lebih akurat dan responsif. Perpaduan keduanya juga mampu memberi pengaturan bukaan katup dari pedal gas yang lebih akurat, tenaga lebih optimal, bahan bakar yang lebih hemat, dan emisi CO2 yang rendah.
Untuk saat ini, Splash baru dibekali satu jenis transmisi, yaitu 5-speed manual. Di tilik dari komposisi antar gear, Splash punya tarikan awal yang kuat (rasio gear 1st 3,545) dan cukup baik di kecepatan mene-ngah (rasio gear 2nd 1,904, 3rd 1,280, dan 4th 0,914) di mana kita lihat bahwa penurunan angka rasio masih dibawah satu digit.
Saat uji akselerasi, Splash mencatat 0-100 kpj dalam 14,3 detik dan akselerasi 0-402 meter dalam 19,4 detik di ke-cepatan 104,7 kpj. Untuk akselerasi menengah atau akselerasi yang dibutuhkan saat menyalip (overtaking), 60-80 kpj, Splash mencatat 3,1 detik dan aksele-rasi 80-100 kpj, tercatat 5,4 detik. Torehan akselerasi ini terbilang cukup memuaskan untuk sebuah city car.
Semua varian belum menggunakan ABS dan EBD. Meski begitu, penghenti laju dipercayakan pada cakram berventilasi untuk bagian depan dan teromol dibagian belakang. Hasilnya, pengereman 80-0 kpj, Splash sanggup berhenti dalam 2,5 detik dengan jarak 26,6 meter.
Pengendaraan & pengendalian
Suzuki memang menyiapkan Splash sebagai kendaraan kecil untuk bergerak lincah di perkotaan. Setirnya enak dimainkan dan memiliki akurasi yang baik untuk berkelit di tengah kepadatan lalu lintas. Kegiatan ‘stop and go’ pun bisa dilakukan dengan cepat, tepat, dan tidak menimbulkan kesan ragu-ragu di mata pengguna jalan lain.
Sementara itu, di jalan yang bergelombang dan berlubang, Splash terbilang  bisa dikendalikan dengan baik. Dalam hal ini, Splash bersaing dengan KIA Picanto yang juga berpengendalian baik di jalan bergelombang. Setir Splash dilengkapi ‘electronic power steering’, suspensi depan menganut McPherson strut, pegas spiral, dan bagian belakang menggunakan ‘torsion beam’ dengan pegas spiral.
Pedal-pedal memiliki bobot yang pas: kopling tidak berat dan dalam, serta rasa pedal rem komunikatif. Kualitas itu dibantu tuas transmisi yang begitu tepat dalam setiap pergantian gear. Kita pun dengan mudah mengajaknya bergerak agresif, walaupun mungkin karena dimensinya yang mungil terkadang “mendapat intimidasi” dari kendaraan yang lebih besar. Mensiasati hal ini, terapkan selalu prinsip safety driving.
Selain itu, saat melintasi permukaan jalan yang basah tak menimbulkan kecemasan seperti umumnya mengendarai sebuh mobil kecil. Splash versi GL yang dicoba menggunakan porfil ban 185/60 R15.
Dengan ground clearance 170 mm, bagian kolong mobil tidak mudah menyentuh jalan bergelombang. Suzuki mengklaim bahwa jarak ini sudah disesuaikan dengan karakter pengendaraan di Indonesia. Sayangnya, bantingan suspensi terasa keras saat meluncur di rentang 60-80 kpj, meski hal ini ditebus dengan kestabilan yang baik. Beruntung, Splash tidak kehilangan kenyamanan saat harus melewati jalanan yang rusak.
Membeli & memiliki
Kehadiran Splash dirancang untuk konsumen muda di bawah usia 30 tahun. Pilihan warnanya pun terasa menarik dan dinamis. Terdapat lima pilihan warna, yaitu Firebrick Red, Blue Blaze, Midnight Black, Silky Silver, dan Bakers Chocolate.
Mobil yang diuji (model GL) merupakan varian tertinggi di jajaran Splash, sedangkan yang lainnya adalah Splash ST. Kedua-nya hadir dengan hanya satu pilihan transmisi, yakni 5-speed manual. Adapun letak perbedaannya, Splash ST menggunakan ban 165/80 R14 dan velg berbahan baja, sedangkan GL terpasang ban 185/60 R15 dan velg alloy. Kemudian pada varian GL sudah terdapat sistem audio dan alarm keamanan.
Dengan harga Rp 145 juta, Splash GL memberi fitur yang memadai dan sesuai kebutuhan yang dicari untuk bergerak di perkotaan. Meski harganya lebih mahal Rp 13 jutaan ketimbang Suzuki Karimun Estilo dan lebih murah sekitar Rp 3 jutaan dari Hyundai i10 GLS AT, toh dengan desain khas eropa yang kental dan handling akurat, Splash punya keunggulan tersendiri.
Dan yang sulit dilupakan adalah desain eksteriornya yang cukup segar dan menawan, terutama dilihat dari belakang. Dan kebanyakan pengguna jalan memang menilai mobil lain ketika berkonvoi di tengah lalu lintas. Tampak belakang pun berperan kunci dalam membentuk citra suatu mobil. Splash pun menebar pesona cantik, menarik, dan sedikit genit. Anda suka?
Sekilas Pandang
Dengan mengusung filosofi Suzuki Global “Way Of Life” dalam rancangannya, Splash memiliki karakter desain mobil Eropa yang stylish, mo-dern, dan elegan. Bodinya kompak sehingga parkir menjadi lebih mudah dan melaju di jalan raya jadi lebih menyenangkan.
Suzuki Splash mengawinkan unsur-unsur penting sebuah city car: dimensi yang kecil, praktis, serta dinamis. Namun, interior Splash tetap terasa luas berkat headroom yang tinggi dan kaca depan yang luas. Sayangnya, untuk saat ini Splash belum menyediakan pilihan transmisi otomatis dan pengaturan spion secara elektris.
Keunggulan
-Performa
-Kepraktisan
-Tampilan eksterior

Kekurangan
 - Redaman suspensi
- Pengaturan spion masih manual

 Source : http://www.auto-car.co.id/

Selasa, 01 Februari 2011

Chevrolet Captiva 2.0



Serupa dengan saudara kandungnya yang telah meluncur terlebih dahulu di tahun 2007, Chevrolet Captiva All Wheel Drive (AWD) mengusung mesin diesel 1.991 cc VCDi yang dilengkapi Variable Geometry Turbo Diesel dengan Intercooler. Mesin ini terbukti andal dan mendapat respon positif pemakainya, berkat tenaga dan torsi maksimum yang besar. Captiva AWD ini juga datang dari negeri Gajah Putih. Sosoknya nyaris tak ada beda dengan versi diesel yang biasa. Yang sedikit membedakannya hanya aplikasi velg aluminium 17 inci 9-spokes, overfender, dan spoiler plus bumper guard sewarna bodi, serta sepasang foglamp depan. Hasilnya, aksentuasi AWD kini terlihat lebih elegan.      

Seperti Captiva bermesin diesel, Captiva AWD juga menyimpan performa meyakinkan. Tidak hanya performa mesin dieselnya yang halus dan bertenaga dengan daya puncak 150 hp/4.000 rpm dan torsi maksimum 320 Nm pada 2.000 rpm, tapi juga aplikasi sistem penggerak empat rodanya yang tergolong cerdas. Akselerasinya tetap responsif, berkat fitur All Wheel Drive yang bersifat aktif, tergantung kondisi medan jalan dan dinamika berkendara. Pembagian torsi antara roda depan dan belakang ini diatur sebuah coupling elektrikal. Coupling yang posisinya di dekat roda belakang ini diatur kerjanya juga oleh Engine Control Module (ECM).

Distribusi torsi disalurkan ke roda belakang atas perintah ECM melalui coupling. Jika beban normal, saat kecepatan stabil, ECM memerintahkan coupling untuk memutus torsi ke roda belakang dan hanya menggerakkan roda depan yang sekaligus menghemat konsumsi bahan-bakar. Bila kendaraan dalam beban lebih, misalkan jalan licin, bersalju, atau rusak, ECM akan memerintahkan coupling untuk menghubungkan torsi ke roda belakang agar tidak kehilangan traksi secara proporsional sesuai kebutuhan. Prinsipnya, AWD di Captiva ini adalah AWD on demand, dan diatur sepenuhnya oleh ECM.

Transmisi otomatis 5-speed GM Tiptronic mode juga menjadikan sensasi berkendara semakin lengkap. Bila Anda ingin pengalaman berkendara seperti transmisi manual, geser tuas transmisi ke kiri dan mainkan maju-mundur untuk naik/turun gear.

Ayunan suspensi dan kestabilan Captiva AWD juga tidak berbeda dengan saudara kandungnya. Urusan kestabilan dan keselamatan, Captiva AWD punya sederet fitur canggih yang menguatkan jati dirinya sebagai SUV yang tangguh. Sekaligus sangat membantu pengemudi mengontrol kendaraannya di kondisi jalan apapun. Menurut kami, inilah kunci kelebihan Captiva –selain fitur AWD- bertarung di kelas SUV 7-seater yang ketat dibanding para kompetitornya.

Fitur unik dan modern yang melengkapi Captiva AWD antara lain adalah HDC (Hill Descent Control) yang berguna “menahan” mobil agar tidak menggelosor di turunan. Saat menikung cepat, ESP (Electronic Stability Program) menstabilkan laju mobil, sedangkan bila harus bermanuver keras di kecepatan tinggi, fitur ARP (Anti-Rollover Protection) akan meredam goyangan mobil agar tidak terlalu intrusif, sebagai penyebab mobil terbalik. TCS (Traction Control System) berfungsi menjaga kestabilan mobil saat kehilangan traksi atau slip akibat jalan licin. Khusus HDC dan TCS, aplikasinya bisa dinon-aktifkan lewat tombol di atas head unit.

Untuk jok pengemudi tersedia electric power adjustment. Memudahkan akses informasi saat berkendara, layar MID di fascia tengah menampilkan informasi suhu luar kabin, suhu AC, konsumsi BBM, kompas, dan posisi blower AC otomatis. Kemudahan dan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpangnya yang sekaligus mendukung unsur safety-nya, diperlihatkan Captiva AWD dengan aplikasi fitur cruise control, Full Automatic AC, rain sensor, automatic on/off headlamp, sensor parkir, Air Particulate System dan kaca spion yang bisa dilipat secara elektrik. Untuk audio, head unit 6-CD-nya terintegrasi di panel tengah yang dilengkapi audio remote control pada lingkar kemudi berlapis kulit. 


Keunggulan
- Performa mesin responsif
- Format AWD yang halus
- Kaya fitur canggih
- Ruang kabin lega
- Kualitas pengendaraan dan pengendalian

Kekurangan

- Fitur audio system sederhana
- Kualitas sebagian interior
- Tatanan dashboard sederhana

Data & Fakta

Harga              : Rp 389 juta
Mesin              : Diesel 1.991cc, Variable Geometry Turbo
Tenaga             : 150 hp @ 4.000 rpm
Torsi                : 320 Nm @ 2.000 rpm
Transmisi          : Otomatis 5-speed, GM Tiptronic
BBM               : na
Akselerasi        : 0 – 100 kpj na

Rival : Honda CR-V , Toyota Fortuner

Source :http://www.auto-car.co.id

 



Honda CR-V

HONDA CR-V 2.0

MESIN: tersedia 3 pilihan, 2.0L M/T, 2.0 A/T, dan 2,4 A/T

DIMENSI:
  • Panjang : 4,566 m
  • Lebar : 1,820 m
  • Tinggi : 1,680 m
SASIS :
  • Rem depan memakai Ventilated Disc
  • Rem belakang, Drum in disc
  • Velg dan ukuran ban : Alloy Wheel, 225/65 R17
WARNA : 6 pilihan warna
ASESORIS: ada banyak salah duanya :

Front Aero Bumper,

Rear Aero Bumper
















berdasarkan googling :

kelemahan Honda New CRV
  1. Suspensi keras
  2. Kalau engin mounting rusak nggak enak suara dan getarannya kayak matic rusak (kita berpikir itu yang rusak maticnya ternyata engine mount)
  3. AC lemah banget kompresornya banyak jebol semua dan pasti jebol apalagi sering buat luar kota atau ngebut ditol. (rata2 diganti punya Stream, ngeluarin duit 6-7 juta)
  4. Harga mahal, sedangkan yang bekas 100-300 jutaan.
  5. Interior hanya terdiri dari 2 baris kursi, sehingga akan kesulitan bila membawa keluarga banyak. Namun memiliki kapasitas bagasi lebih luas.
kelebihannya Honda New CRV
  1. Tarikan enak banget, apalagi buat ngebut top abis
  2. Mesin tidak rewel
  3. Diisi premium tidak masalah pada tarikan dan mesin
  4. Interior bagus
  5. Lumayan irit
  6. Body bisa buat ngantor, hangout ataupun offroad.
  7. bermesin lebih kecil dari fortuner, yaitu 2000cc dan 2400cc, yang membuatnya menjadi lebih irit dari fortuner.
  8. Desain sangat aerodinamis dan memiliki radius putaran setir lebih baik dari fortuner, sehingga meski bodi besar, lebih mudah pengendaliannya.
  9. Teknologi yang diusung lebih canggih dari Toyota.
  10. Lebih nyaman daripada fortuner.
Rival :
Chevrolet Captiva 2.0
Toyota Fortuner




Ecological Drive Assist System

Ecological Drive Assist 
Ecological Drive Assist System berguna  untuk membantu para pengguna Honda Insight dalam menyadari manfaat teknologi mobil tersebut, teknologi baru yang disebut Ecological Drive Assist System (Eco Assist),sudah termasuk dalam standar untuk semua model.
 


Eco Assist menggabungkan beberapa fungsi:

•Econ Mode, Dengan hanya menyentuh satu tombol, dapat menyesuaikan fungsi dari tenaga mesin yang dikeluarkan, memperpanjang durasi saat posisi kendaraan diam, meningkatkan penyetruman ulang pada saat turunnya kecepatan dan mendapatkan penghematan energi pada unit Air conditioner. Sebagai hasilnya efisiensi bahan bakar dapat tercapai.

•Guidance function, berfungsi untuk menaksir percepatan dan pengereman saat mengemudi. Perubahan warna-warna pada speedometer dapat mengindikasi efisiensi bahan bakar dari gaya pengemudi. Jika pengemudi mengemudikan kendaraan secara benar, maka lampu akan menyala hijau yang menunjukkan penegmudi mencintai lingkungannya. Kemudian jika lampu indikator berwarna blue-green, hal ini menunjukkan bahwa pengemudi cukup efisien. Nah yang terakhir ini, jika speedometer menunjukkan warna biru, berarti pengemudi sama sekali tidak mencintai lingkungannya karena mengemudi dengan menggunakan bahan bakar berlebihan. Pengemudi bisa mendapatkan efisiensi bahan bakar cukup dengan mengacu pada intuitive color display.

•Scoring Function, berlokasi di tengah instrument panel. Multi-information display memberikan informasi mengenai angka-angka (scorring function), dimana angka yang terlihat dapat mengindikasikan tahap efisiensi bahan bakar berdasarakan performa pengemudi. Saat mobil dimatikan, angka dari pengunaan mobil saat pertama kali dinyalakan sampai dimatikan akan tertera. Juga angka yang menunjukan kumulatif performa yang selama ini telah di lintasi. Dengan adanya Honda HDD Internavi system, pengemudi dapat mengakses langsung hasil selama penggunaan mobil ini dan adanya penambahan penilaian yang lengkap secara statistik. Konsumen InterNavi bisa mengakses langsung melalui internet tentang efisiensi bahan bakar berdasarkan cara mereka mengemudi, keseluruhan angka dari penggunaan efisiensi bahan bakar, peringkat diantara pengemudi lainnya di seluruh Jepang dan informasi lainnya yang berkaitan dengan efisiensi bahan bakar. Scoring function mendukung para pengemudi agar lebih berminat untuk mengetahui lebih dalam mengenai efisiensi bahan bakar dan terbiasa dengan pengunaan teknologi mobil seperti ini dalam waktu jangka panjang.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes Powered by Blogger | DSW printable coupons