Minggu, 30 Januari 2011

Mengenal dan Merawat Injektor Mobil


Pada umumnya sistem injeksi bahan bakar dikontrol secara elektronik atau yang dikenal dengan Electronic Fuel Injection (EFI). Sistem ini dikontrol oleh Electronic Control Module (ECM) atau Electronic Control Unit (ECU). Berupa chips yang terdiri dari microprosessor dan memory yang dipasang pada mobil.
ECU ini menerima input berupa sinyal-sinyal elektronik dari semua sensor dan memprosesnya untuk menentukan jumlah bahan bakar yang diperlukan dengan mengatur bukaan katup pada injektor. Tujuan penggunaan dan pengembangan EFI sampai saat ini adalah untuk memperbaiki prestasi motor bakar dan mengurangi emisi gas buang.

Ada dua jenis sistem injeksi bahan bakar untuk motor bensin berdasarkan posisi injektornya, yaitu:
1. Multipoint fuel-injection atau Port fuel injection (PFI), dimana injektor terletak di atas lubang isap (intake port) pada setiap silinder.
2. Single-point fuel-injection atau disebut juga Throttle-body fuel injection (TBI), dimana injektor dipasang sebelum saluran isap yaitu di atas katup throttle.
Untuk menjaga agar injektor mobil anda bekerja dengan optimal, lakukan perawatan berkala dengan memberikan cairan pembersih pada bahan bakar paling tidak dua minggu sekali. Campuran pembersih injektor pada bensin mampu menjaga sistem injeksi bekerja optimal sejauh 50.000 km. Beberapa merek kendaraan seperti Honda bahkan menyarankan untuk menservisnya di interval 40.000 km. Menggunakan cairan pembersih penting karena kualitas bensin umumnya mengandung unsur detergen. Injektor memiliki saluran kecil yang sensitif pada kotoran dan bisa menyumbat seperti gum, carbon dan varnish. Bahan bakar yang steril dari berbagai macam kotoran merupakan syarat bagi optimalnya performa injektor. Pastikan sekalian mengganti filter bensin ketika servis berlangsung. Khusus pada sistem multipoint injection, injektor berada di belakang katup isap dan biasanya sisa bensin akan menjadi residu. Residu ini akan semakin banyak bila kualitas bensin buruk. Bahkan injektor rentan tersumbat hingga membuat pola semprotan berubah. Bila itu terjadi, mesin akan tersendat-sendat pada kondisi idle, tarikan kurang, boros bensin sampai mesin susah di-stater.
Biasa juga dengan menuangkan adiktif pembersih yang mengandung detergen ke tangki bensin. Cara ini bisa dilakukan bila gum yang menumpuk belum terlalu parah. Bila residu tidak bisa dibersihkan dengan cara sederhana, tidak ada jalan lain harus dibawa ke bengkel.
Untuk membersihkan residu yang sudah menjadi kerak, mekanik biasanya melakukan dengan memasukkan larutan kimia pembersih injektor langsung ke saluran masuk bensin. Cara ini bisa langsung membersihkan kerak yang menumpuk di punggung katup isap.Ada beberapa langkah ketika mobil sedang diservis injektornya. Langkah pertama adalah Equalizing Test. Dengan menggunakan sebuah alat, proses ini berfungsi untuk melihat debit bensin yang ditembakkan masing-masing injektor ke dalam silinder.

Antara yang satu dengan yang lain harus memiliki toleransi tidak lebih dari 2,5%. Jika ternyata lebih, maka perlu dilakukan pengangkatan kotoran dengan metode Ultrasonic.
Setiap injektor direbus di cairan khusus selama 10 menit. Dengan cara ini kotoran yang menyumbat dengan sendirinya akan terkikis. Setelah itu kembali dilakukan Equalizing Test untuk memastikan masing-masing injektor telah merata. Jangan lupa untuk mengganti karet sil injektor agar performanya semakin optimal.
Kapankah injektor perlu diganti? Pada prinsipnya setiap injektor tidak memiliki umur pakai alias bisa dipakai selamanya. Namun tetap ada beberapa hal yang memaksa injektor berstatus malfungsi. Indikasinya, meski telah mengalami rangkaian servis namun perbedaan flow tetap lebih dari 10%.

Umumnya disebabkan karena injektor tidak digunakan dalam jangka waktu lama. problem ini biasanya ditemukan pada mesin limbah yang menyertakan sistem pasokan bahan bakar injeksi sebagai paketnya.

3 komentar:

someone mengatakan...

Nice info gan, . .

Anonim mengatakan...

masih cari info nih, kalau rpm suka turun dan mesin mati (ketika AC dinyalakan) di setiap pergantian gigi, mesin mati, gimana ya mengatasinya

Otomotif SMKN 5 Solo mengatakan...

ehm, kalo pakai AC memang membebani putaran engine, so rpm pasti turun jadinya, tapi kalo sampai mati mati coba cek setting karbu, idle up + idle up dgn ac, cek selang2 vakum, cek solenoidnya , cek idle up ac apakah msh ok
Cek gap platina juga.
Yg terakhir setting idle stasioner dan ac sesuai manual book, jgn terlalu rendah (mati2 mulu) atau ketinggian (boros)

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes Powered by Blogger | DSW printable coupons